Selasa 1 Maret 2011 kemarin terasa seperti babak final. Tribun penonton tak ada yang kosong. Terutama, saat laga antara tim putra SMA 1 Samarinda (Smansa) melawan SMK 1 Samarinda.
Tidak sedikit penonton kemarin yang terpaksa berdiri. Laga itu menyedot perhatian, karena SMK 1 Samarinda adalah juara bertahan, sementara SMA 1 Samarinda memang memiliki suporter fanatik yang jumlahnya ratusan.
Bernadetha, guru SMA 1 Samarinda yang siang itu ikut menonton, sekitar 600 siswa di bawa menyaksikan laga yang akhirnya di menangkan Smansa dengan skor 38-33. Angka itu tidak di dapat dengan mudah. Di kuarter pertama, Smansa kalah 10-13. Lalu kuarter kedua, berbagi angka 18-18. Penonton benar-benar disuguhi laga layak final.
Kuarter tiga, Smansa mampu mengungguli juara bertahan 26-24. Sampai akhirnya, skor 38-33 diraih. "Pesta" pun di gelar di pinggir lapangan. Pemain Smansa berbaur dengan suporter, melompat, berteriak, berbagi kesenangan.
Total, hampir 6.000 penonton datang ke GOR Segiri. Alhasil, setelah final putri antara SMAN 1 Samarinda melawan SMAN 5 Balikpapan, para suporter kedua sekolah itu diminta keluar, memberi ruang untuk penonton final putra, antara SMKN 1 Balikpapan melawan SMA Katolik Samarinda. Begitu penuhnya GOR Segiri, penonton sampai harus berdiri di tribun paling belakang dan duduk di lantai.










